Selasa, 21 Februari 2012

Parada Harahap dari Pargarutan


Parada Harahap (1899 – 1959) adalah seorang jurnalis Indonesia yang lahir di Pargarutan, Padangsidempuan, Tapanuli Selatan. Ia dijuluki King of the Java Press karena kemauannya yang keras dan semangat belajarnya yang tinggi, baik secara otodidak maupun mengikuti kursus-kursus. Sejak bulan Juli 1914, ia bekerja sebagai leerling schryver pada Rubber Cultur My Amasterdam di Sungai Karang, Asahan. Karena kecerdasan dan daya ingatnya yang sangat baik Parada Harahap kemudian dapat menggantikan juru buku berkebangsaan Jerman. Selama bekerja di perkebunan itu Parada Harahap terus belajar supaya dapat berbicara bahasa Belanda membaca surat kabar De Sumatera Post dan surat kabar berbahasa Melayu seperti Benih Merdeka dan Pewarta Deli serta mempelajari tulisan-tulisan yang dimuat dalam surat kabar itu. Pada tahun 1917 dan 1918 Parada Harahap telah menulis dan membongkar kekejaman Poenale Sanctie dan perlakuan di luar batas perikemanusiaan terhadap kuli-kuli kontrak yang dilakukan baik oleh tuan kebun maupun bawahannya.
Karir
Karier jurnalisnya dimulai ketika ia menjadi staf redaksi surat kabar Benih Merdeka. Kemudian dia kembali ke kampung halamannya dan memimpin surat kabar Sinar Merdeka (1919) dan memimpin majalah Poestaha. Surat kabarnya sebagian besar mengkritik kebijakan pemerintahan kolonial Belanda akibat kesewenang-wenangan mereka selama di Hindia Belanda. Selama dua tahun di Padangsidempuan, ia telah 12 kali terkena delik pers serta berulangkalu keluar masuk penjara.
Pada tahun 1922, ia pindah ke Jakarta menerbitkan mingguan Bintang Hindia, Bintang Timur dan Sinar Pasundan. Pada saat itu ia mulai memakai nama samaran Oom Baron Matturepeck yang diambil dari bahasa Batak (berarti suara dari kertas). Selain itu, ia adalah satu-satunya orang pertama yang mendirikan Akademi Wartawan di Jakarta.

Bersyukur Walau Sedikit



Di hari juma'at yang penuh barakah, Kamil kembali menjalankan aktivitas berdagang di Sudut kota AS. Pagi yang cerah, kamil dengan penuh semangat melangkahkan kaki menuju pasar As untuk mengadu nasib. 


Barang daganganya tidak banyak hanya beberapa helai pakain muslim. Kamil mulai mendirikin tratak kecil berukuran 3x3 m persegi dan menyusun meja-meja kemudian menata rapi barang dagangannya. ''Bismillah, semoga hari ini lebih beruntung dari kemairn,'' Doanya dalam hati.

Pertarungan pun dimulai, pengunjung pun sudah mulai membanjiri lokasi setempat, pedangang-pedangan jirannya sudah mulai ribut mempromosikan dangangan masing-masing. Kamil hanya bisa berdiam diri sambil menunggu pelanggan datang berhap ada yang singgah sambil menyapa baranga daganganya. 


Sekilas ia pandang kiri kanannya, kamil seolah cemburu melihat Stan-stan lainnya penuh dengan pengunjung. Prasangka itu selalu mengusik hatinya jika berada dalam arena bisnis, namun cepat-cepat ia tepis dengan senjat Syukur.

Selasa, 03 Januari 2012

Former S. Tapanuli school principal gets 3-year term for $6,400 graft


A former elementary school principal in South Tapanuli, North Sumatra, is serving a three-year jail term for his involvement in a Rp 58 million (US$6,400) corruption case.
Presiding judge Ahmad Guntur of the Medan Corruption Court said Tuesday that Ali Imran, 44, former principal of SDN 101730 Muara Upu, should also pay compensation of up to Rp 18 million, tribunnews.comreported.
Prosecutor Polin Siregar had earlier demanded that the court sentence the defendant to four-and-a-half years in jail.  
He said the defendant had received Rp 240 million of a special allocation fund (DAK) from the central government. The defendant said he spent the money to build two new classrooms and a toilet, but the school’s committee was not involved in the project.
The defendant offered an accountability report in December 2009, but the North Sumatra Finance and Development Control Agency found that the project had only cost about Rp 180 million, meaning the state suffered Rp 58 million in losses

From: Jakarta Post

Entri Pertama

Selamat datang di blog Palsabolas Village

Blog ini telah didirikan pada tanggal 03/01/2011 di rumah kosku Alor Star, Kedah, Malaysia.
Semoga peluncuran blog ini dapat memberikan manfaat kepada saya pribadi  dan para pengunjung budiman.
Postingan pertama siap meluncur.. 1.2.3... Go... ooo

You Are What You Write ( Helvy Rose)